ARAHBICARA.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap child grooming, yaitu salah satu modus yang sering digunakan pelaku sebelum melakukan kekerasan seksual terhadap anak. Edukasi ini diberikan sebagai upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap kelompok rentan.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, mengatakan masyarakat perlu mengenali child grooming agar dapat lebih cepat mendeteksi tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan seksual.

Menurut Agus, pelaku kekerasan seksual kerap membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon korbannya terlebih dahulu sebelum menjalankan aksinya.

“Tahukah bahwa pelaku kekerasan seksual biasanya akan melakukan child-grooming terlebih dahulu sebelum melancarkan aksinya?” katanya, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, child grooming merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang harus diwaspadai oleh masyarakat, terutama orang tua dan keluarga yang memiliki anak.

“Apa itu child-grooming? Child-grooming adalah salah satu modus kekerasan seksual, yang berakar pada ketimpangan gender,” ujarnya.

Agus mengatakan pelaku grooming atau groomer biasanya menjadikan kelompok rentan sebagai sasaran. Kelompok yang sering menjadi target di antaranya anak-anak dan perempuan.

“Pelaku grooming (groomer) memandang dan memperlakukan kelompok rentan, misalnya anak-anak dan perempuan sebagai objek seksualnya,” katanya.

Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk pendekatan yang mencurigakan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital.

DP3A Kabupaten Sukabumi mengajak orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri dari orang yang memiliki niat buruk.

“Mari waspadai child-grooming. Bersama kita cegah kekerasan seksual,” ucap Agus.

Melalui edukasi tersebut, DP3A Kabupaten Sukabumi berharap masyarakat semakin memahami bahaya child grooming dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak serta kelompok rentan lainnya.

“Salam setara,” tutupnya.

Reporter: Cr
Redaktur: Rsd