ARAHBICARA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, mengatakan santri memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa sekaligus pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, dan meningkatkan kontribusi generasi muda bagi negara.
Menurut Andang, sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para santri dan ulama yang telah ikut berjuang demi bangsa dan negara.
“Sejarah panjang perjalanan bangsa kita tidak akan pernah bisa dilepaskan dari perjuangan para santri dan ulama. Semangat cinta tanah air yang diwariskan terus bertransformasi menjadi kekuatan penting dalam membangun masa depan Indonesia,” kata Andang.
Pada peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, tema yang diangkat adalah “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
“Selamat Hari Santri 2026. Mengusung tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’, mari kita jadikan peringatan ini sebagai titik tolak untuk terus merawat keberagaman, memperkuat persatuan, dan membawa nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Andang menilai santri memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Selain ilmu pengetahuan, santri juga dibekali nilai keimanan, akhlak yang baik, serta semangat mencintai tanah air.
“Santri memiliki peran penting dalam sejarah bangsa dan pembangunan masa depan Indonesia. Dengan bekal keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan semangat cinta tanah air, santri diharapkan mampu menjawab tantangan zaman,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.
“Saya Andang Tjahjandi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026 dengan tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” katanya.
Andang berharap semangat yang dimiliki para santri dapat terus menjadi energi positif dalam pembangunan daerah maupun nasional melalui kerja sama antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat.
“Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat untuk membangun bangsa yang maju dan berakhlak mulia,” tuturnya.
(Rsd)
