ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi meresmikan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Jumat (17/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascabencana yang melanda permukiman warga pada akhir 2024.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa pembangunan huntap adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan tempat tinggal yang aman dan layak.

“Hunian ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga simbol kebangkitan warga untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik. Kami pastikan prosesnya sesuai standar dan kebutuhan masyarakat,” ujar Sendi.

Pembangunan huntap dimulai sejak 27 November 2025, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar. Kini, hunian tersebut telah selesai dan siap ditempati.

Peresmian turut dihadiri Penasehat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, unsur Forkopimda, perwakilan BNPB, serta jajaran perangkat daerah.

Bupati Sukabumi dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan ini. Ia menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana akan terus dilakukan secara bertahap.

“Pemulihan tidak berhenti di sini. Kami akan terus memperbaiki fasilitas terdampak dan memastikan masyarakat mendapat perlindungan yang lebih baik,” kata Bupati.

Sementara itu, Dudung Abdurachman menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan huntap di wilayah lain, yakni Desa Cikadu, dengan rencana 10 unit rumah.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, khususnya kontribusi elemen masyarakat yang mendukung percepatan pembangunan.

Dengan diresmikannya hunian ini, para penyintas diharapkan dapat menjalani kehidupan baru dengan rasa aman, nyaman, dan lebih sejahtera.

Reporter: Aris
Redaktur: Rsd