ARAHBICARA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani kebakaran satu unit mobil jenis Colt Mini atau L300 di area parkir depan Pasar Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Rabu (4/11/2026) pagi.
Dalam penanganan tersebut, DPKP Kabupaten Sukabumi mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran dari Posko IV Parungkuda, Posko III Cicurug, dan Posko V Cibadak. Upaya petugas berhasil mengendalikan kobaran api yang sempat membesar dan mengancam sejumlah gerobak pedagang di sekitar lokasi.
Komandan Posko IV Damkar Parungkuda DPKP Kabupaten Sukabumi, Acep Fatah, mengungkapkan laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 08.00 WIB. Informasi awal disampaikan warga yang mendatangi pos pemadam kebakaran menggunakan sepeda motor.
“Dia bilang ada kebakaran satu unit mobil di parkiran Pasar Parungkuda. Saat kami datang ke sana, api sudah besar dan kami langsung melakukan penyiraman,” ungkap Acep.
Menurutnya, proses pemadaman sempat menghadapi kendala lantaran terdapat indikasi cairan yang diduga bahan bakar minyak (BBM) di sekitar kendaraan. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penanganan ekstra untuk mencegah api semakin meluas.
Sebagai langkah alternatif, petugas memanfaatkan deterjen untuk membantu mengatasi kobaran api yang diduga berkaitan dengan cairan BBM tersebut.
“Karena terindikasi adanya cairan BBM, kami tadi kesulitan. Namun, alhamdulillah setelah datang bantuan dua unit dari Cibadak dan Cicurug, kami menggunakan deterjen untuk membantu menutup udara yang ada di cairan BBM tersebut,” jelasnya.
Setelah sekitar 30 menit berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api. Penanganan dilanjutkan dengan proses pendinginan melalui pemeriksaan dan pembongkaran bagian mesin kendaraan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Acep memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan lancar hingga situasi di lokasi dinyatakan aman. Meski demikian, dampak kebakaran tidak hanya mengenai kendaraan. Sedikitnya empat hingga lima gerobak milik pedagang yang berada di sekitar mobil turut terdampak, di antaranya gerobak pecel lele dan martabak.
Beruntung, kobaran api tidak sampai menjalar ke bangunan kios pasar. Posisi kendaraan yang terbakar berada dekat jalan raya dan gerobak pedagang, tetapi relatif jauh dari deretan kios.
“Alhamdulillah untuk kios aman, hanya gerobak-gerobak saja yang terdampak,” katanya.
Sementara itu, peristiwa tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur Bogor-Sukabumi. Kepolisian bersama Dinas Perhubungan melakukan penghentian kendaraan sementara dari kedua arah untuk memberikan ruang bagi petugas DPKP melakukan pemadaman.
Terkait kendaraan yang terbakar, Acep menyebut mobil tersebut merupakan jenis Colt Mini atau L300 yang biasa digunakan sebagai kendaraan angkutan. Namun, pihaknya belum memperoleh informasi mengenai pemilik maupun trayek kendaraan tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diterima petugas di lapangan, sopir bernama Ade diduga mengalami luka bakar dan telah dibawa ke klinik oleh rekannya. Namun, Acep tidak melihat langsung kondisi korban lantaran saat tim pemadam tiba, sopir sudah tidak berada di lokasi.
Mengenai dugaan kendaraan mengangkut BBM, Acep menegaskan pihaknya belum dapat memastikan jenis maupun jumlah muatan. Petugas hanya menemukan sejumlah jeriken yang terlihat kosong, dengan cairan yang menempel pada bagian bodi kendaraan.
“Kami tidak bisa menyimpulkan memang di situ ada BBM atau apa. Memang terlihat ada jeriken yang sudah habis dan ada cairan yang menempel di bodi mobil. Namun, belum bisa disimpulkan apakah jeriken itu berisi BBM atau hanya wadahnya saja,” terangnya.
Begitu pula dengan penyebab kebakaran, DPKP Kabupaten Sukabumi belum dapat memastikan sumber api. Kemungkinan adanya korsleting listrik, gangguan pada bagian kendaraan, maupun faktor lainnya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Atas kejadian tersebut, Acep mengingatkan masyarakat, terutama pengemudi kendaraan umum maupun pribadi, agar meningkatkan kewaspadaan saat membawa bahan mudah terbakar. Ia juga mengimbau agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu percikan api, termasuk merokok ketika membawa BBM.
“Untuk yang mengangkut BBM, kami imbau agar berhati-hati. Jangan sampai membawa BBM sambil merokok atau melakukan hal-hal yang bisa memicu kebakaran. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.

