ARAHBICARA.COM – RSUD Sekarwangi mulai memberikan layanan diagnostik jantung melalui program proctorship diagnostik invasif non bedah (DINB). Program tersebut menjadi langkah awal penguatan pelayanan jantung agar masyarakat Kabupaten Sukabumi bisa mendapat penanganan lebih dekat.
Pada pelaksanaan perdana yang digelar Selasa (3/11/2026), tiga pasien telah menjalani tindakan dengan pendampingan dokter spesialis dari RSUP Hasan Sadikin Bandung.
Direktur Utama RSUD Sekarwangi dr. H. Asep Suherman mengatakan, proctorship merupakan program pendampingan bagi dokter dan tenaga medis dalam melakukan tindakan diagnostik jantung menggunakan kateter tanpa operasi terbuka.
“Dengan pendampingan dari dokter ahli RSUP Hasan Sadikin, hari ini kami telah melaksanakan tindakan terhadap tiga pasien,” kata Asep.
Menurut dia, perkembangan layanan jantung di RSUD Sekarwangi berlangsung dalam waktu yang relatif singkat sejak fasilitas catheterization laboratory (catlab) tersedia.
Bangunan penunjang catlab selesai pada Juni 2026, kemudian diresmikan pada Agustus 2026. Selang beberapa bulan, fasilitas tersebut sudah digunakan untuk pelaksanaan proctorship DINB.
“Juni bangunan jadi, Agustus peresmian, dan November ini kita sudah proctoring,” ujar dia.
Asep berharap layanan tersebut segera dapat dijalankan secara mandiri oleh tim medis RSUD Sekarwangi. Dengan begitu, pasien jantung di Kabupaten Sukabumi tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, terutama dalam kondisi darurat.
“Mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Sukabumi tidak perlu dirujuk ke luar daerah apabila ada kegawatdaruratan jantung. Bisa dilayani di Sekarwangi,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan bantuan catlab dari pemerintah pusat kini telah dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, dukungan peralatan dari Kementerian Kesehatan yang dibarengi pendampingan RSUP Hasan Sadikin menjadi modal penting dalam pengembangan layanan jantung di Kabupaten Sukabumi.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan masyarakat berterima kasih. Ini menjadi harapan hidup bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” kata Asep Japar.
Pemkab Sukabumi, lanjut dia, akan mendukung kebutuhan operasional catlab, mulai dari peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, perawatan alat hingga pengembangan layanan.
Selain itu, dokter dan perawat akan terus mengikuti pelatihan lanjutan di RSUP Hasan Sadikin agar RSUD Sekarwangi mampu menjalankan layanan jantung secara mandiri.
“Kami juga akan terus mengirimkan dokter dan perawat untuk pelatihan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin sampai RSUD Sekarwangi benar-benar mandiri. Termasuk catlab ini harus bisa diakses seluruh masyarakat, baik peserta BPJS maupun masyarakat kurang mampu,” ujar dia.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut Kabupaten Sukabumi kini telah memiliki rumah sakit yang mampu menangani kasus jantung. Kehadiran catlab di RSUD Sekarwangi diharapkan mempercepat penanganan pasien tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Dengan ada catlab, harapannya pasien dengan penyakit jantung bisa langsung ditindak di Sukabumi tanpa harus ke luar daerah lagi,” kata Budi.
Selain membahas layanan kesehatan, Budi juga mengajak masyarakat menjaga kondisi tubuh melalui pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan, istirahat yang cukup, dan rutin berolahraga.
Masyarakat juga diimbau melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan indeks massa tubuh atau BMI.
Menurut Budi, kebiasaan menjaga kesehatan dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan harapan hidup masyarakat.
“Angka harapan hidup masyarakat Indonesia di 72 tahun. Semoga bisa terus meningkat menjadi 76. Bahkan di negara maju sampai 84,” tandasnya.
Reporter: Cr
Redaktur: Rsd

