ARAHBICARA.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk memahami lebih dalam soal kesetaraan gender melalui pembelajaran mengenai Indeks Pembangunan Gender (IPG).
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menjelaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah konsep yang rumit. Menurutnya, hal ini justru sederhana karena berawal dari cara berpikir setiap orang.
“Perubahan pola pikir mengenai gender, bagaimana kita memperlakukan semua orang dengan setara tanpa memandang jenis kelamin, disabilitas, maupun usia, merupakan kunci menuju kesetaraan gender,” katanya, Rabu (12/8/2026).
Agus menambahkan, IPG menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana pembangunan di suatu daerah mampu memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan. “IPG bukan sekadar angka, tetapi gambaran nyata apakah perempuan dan laki-laki sudah mendapat akses yang setara dalam pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi,” ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi, DP3A menekankan bahwa pemahaman gender harus dimulai dari lingkungan terdekat, baik keluarga maupun masyarakat. Agus menilai, pola pikir yang setara akan melahirkan sikap saling menghargai dan mendukung.
“Kesetaraan gender sejatinya dimulai dari rumah. Jika di keluarga sudah terbiasa memperlakukan semua anggota dengan setara, maka di masyarakat akan tumbuh budaya yang sama,” ucapnya.
Selain itu, DP3A juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan perempuan. Menurut Agus, keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang pembangunan akan memperkuat kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. “Perempuan bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek yang punya peran penting. Dengan keterlibatan aktif, pembangunan akan lebih seimbang,” katanya.
DP3A menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata yang harus diwujudkan bersama. Agus berharap masyarakat tidak lagi memandang gender sebagai batasan, melainkan sebagai bagian dari keberagaman yang harus dihargai.
“Salam setara, mari kita wujudkan Sukabumi yang ramah perempuan dan anak,” tutupnya.
(Rsd)
