ARAHBICARA.COM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi meluncurkan inovasi Lentera Pangan sebagai upaya meningkatkan literasi pangan dan gizi masyarakat. Program ini hadir di tengah tantangan stunting, anemia, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta tingginya sampah makanan.

Kepala DKP Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, menegaskan pangan bukan sekadar soal kenyang, melainkan sumber kehidupan, kesehatan, dan masa depan generasi.

Ketahanan pangan bukan hanya soal tersedianya pangan, tetapi bagaimana masyarakat memahami, memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” ujar Gatot, (12/8/2026).

Ia menyebut prevalensi stunting nasional tahun 2025 masih 19,8 persen, anemia pada remaja putri sekitar 32 persen, dan lebih dari 95 persen masyarakat kurang mengonsumsi buah serta sayur. Sementara itu, sampah makanan diperkirakan mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun.

Inovasi Lentera Pangan digagas oleh Dr. Titin Malikatun Andadari, MM, Sekretaris DKP Sukabumi. Program ini bertujuan membentuk masyarakat sadar gizi, memiliki pola pangan baik, serta bijak mengelola pangan. Masyarakat didorong menerapkan pola konsumsi B2SA (beragam, bergizi, seimbang, aman).

Kegiatan edukasi dilakukan melalui Duta Lentera Pangan dengan kolaborasi pentahelix: pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media. Edukasi disebarkan lewat sekolah, PKK, kader, hingga masyarakat luas dengan metode penyuluhan, sosialisasi, media sosial, hingga praktik langsung seperti menanam sayuran di pekarangan dan mengolah pangan lokal bergizi.

“Lentera Pangan tidak hanya menambah literasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih sadar gizi, lebih bijak mengelola pangan, dan memperkuat ketahanan pangan keluarga,” jelas Titin.

Kepala Desa Cicareuh, Kecamatan Cikarang, Ramdan Rustamono, menyampaikan apresiasi atas program ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DKP Kabupaten Sukabumi atas sosialisasi dan pengukuhan duta Lentera Pangan. Ini langkah strategis membangun kesadaran masyarakat, khususnya keluarga dan generasi muda,” kata Ramdan.

Lentera Pangan diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mengurangi pemborosan pangan, meningkatkan konsumsi pangan lokal, serta melahirkan generasi berkualitas.

Reporter: Cr
Redaktur: Rsd