ARAHBICARA.COM – Bupati Sukabumi Asep Japar berharap dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terhadap sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi terus berlanjut. Harapan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak Bulan Bakti KKP 2026 di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ciwaru, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Rabu (4/11/2026).

Menurut Asep, keberadaan KNMP Ciwaru menjadi peluang baru bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan dari sektor perikanan.

Ia mengatakan, kawasan tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung bagi nelayan, namun juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

“Program ini memberikan peluang yang baik bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha di sektor perikanan,” kata Asep.

Selain itu, Pemkab Sukabumi juga berharap perhatian pemerintah pusat terhadap sektor kelautan dan perikanan terus ditingkatkan, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia nelayan serta pemenuhan sarana pendukung yang masih dibutuhkan.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat terhadap sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat. Potensi yang ada bisa berkembang dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Puncak Bulan Bakti KKP 2026 di KNMP Ciwaru turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono, anggota Komisi IV DPR RI Slamet, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pembangunan KNMP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan berbagai fasilitas penunjang.

Selain pembangunan kampung nelayan, KKP juga menyiapkan rencana pengembangan budidaya ikan air tawar di 381 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Sukabumi.
Menurut Trenggono, setiap wilayah nantinya direncanakan memiliki fasilitas budidaya ikan yang dibangun di lahan sekitar 1.000 meter persegi.

Tak hanya itu, KKP juga menyiapkan sejumlah program lain untuk mendukung aktivitas nelayan, seperti modernisasi armada tangkap serta pemetaan kebutuhan masyarakat pesisir.

“Beberapa kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan BBM, pabrik es, mesin kapal, akses pasar, hingga pembangunan pemecah ombak di kawasan Ujung Genteng,” ucap Trenggono.

Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono menjelaskan KNMP Ciwaru dibangun di atas lahan seluas 2.200 meter persegi pada 2025 dan saat ini telah dimanfaatkan oleh ratusan nelayan.

Menurut dia, kawasan tersebut digunakan oleh 416 nelayan dengan dukungan 284 kapal penangkap ikan. Produksi perikanan dari kawasan itu mencapai sekitar 150 ton dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

“KNMP Ciwaru memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Sri Padmoko, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih Ciwaru menjadi langkah positif dalam mendukung aktivitas nelayan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Sukabumi. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih Ciwaru menjadi fasilitas yang sangat bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia berharap berbagai program yang telah berjalan dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh pelaku usaha perikanan, nelayan, dan generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor kelautan.

Sebagai informasi, puncak Bulan Bakti KKP 2026 digelar serentak di 27 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut diisi dengan penyaluran bantuan sembako, asuransi nelayan, bantuan benih ikan, sarana pengolahan hasil perikanan, layanan kesehatan, pelatihan nelayan, aksi bersih pantai, hingga penanaman mangrove.

Reporter: Cr
Redaktur: Rsd