ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi H Ayep Zaki meminta para ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Jayamekar memperkuat integritas dalam pelayanan masyarakat. Nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan disebutnya harus menjadi pijakan utama di tingkat lingkungan.

“Dalam setiap bimbingan teknis ketua RT, RW, LPM, dan LKK di setiap kelurahan saya selalu menekankan, tegakkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan,” ujar Ayep seusai memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis Ketua RT, RW, dan LPM Kelurahan Jayamekar, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dihadiri Camat Baros Angga Sugia Wijaya, Lurah Jayamekar Ragam Zaenul Alam, serta Ketua Restoe Boemi Kia Florita itu juga menjadi ruang untuk memperkuat tata kelola pembangunan di tingkat kelurahan.

Ayep menekankan pembangunan infrastruktur harus sesuai dengan spesifikasi sejak tahap pengusulan. Bimtek kali ini mengangkat tema pengelolaan persampahan dan tertib administrasi dana hibah P2RW, dua hal yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

Lurah Jayamekar Ragam Zaenul menambahkan, kegiatan diikuti para ketua RT, RW, dan LPM sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengurus wilayah. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan sampah serta tata kelola administrasi dana hibah.

Dalam forum itu, Wali Kota juga memaparkan lima bidang yang bisa diperkuat RT dan RW untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah, mengurangi pengangguran, serta menata lingkungan.

Salah satu bidang yang disoroti ialah optimalisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

“Para ketua RT dan RW sebagai bagian dari struktural pemerintah memiliki peran penting dalam optimalisasi opsen pajak kendaraan bermotor dan PBB P2,” katanya.

Selain pajak, persoalan pengangguran juga menjadi perhatian. RT dan RW didorong melakukan pendataan warga usia produktif yang belum bekerja untuk diarahkan mengikuti program keterampilan, termasuk pembekalan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pemkot Sukabumi telah bekerja sama dengan Politeknik Sukabumi untuk memberikan pelatihan enam bulan bagi calon PMI yang akan bekerja di luar negeri, termasuk ke Jepang.

Pengurus RT, RW, dan LPM juga diminta membantu mengoptimalkan peran Baznas Kota Sukabumi. Penguatan lembaga tersebut berjalan beriringan dengan penataan lingkungan dan kepedulian sosial.

Bagi Pemkot Sukabumi, penguatan kapasitas aparatur di tingkat paling dekat dengan warga menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan. RT dan RW berada di posisi strategis karena berhadapan langsung dengan persoalan sehari-hari masyarakat, mulai dari kebersihan, administrasi, ketenagakerjaan, hingga kepatuhan pajak.

(Rsd)