ARAHBICARA.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menekankan pentingnya kepemimpinan, integritas, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan birokrasi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI). Pesan itu disampaikan saat menerima peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dari PPSKTAN LAN RI di Oproom Setda Kota Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

Rombongan peserta dari LAN Jatinangor datang untuk melihat langsung praktik inovasi dan tata kelola pemerintahan di Kota Sukabumi. Mereka diterima Bobby bersama jajaran pemerintah daerah.

Ketua rombongan PPSKTAN LAN RI, Dikdik Hendarin, menyampaikan apresiasi atas penerimaan tersebut. “Orang pintar belajar dari pengalamannya sendiri, tetapi orang bijak belajar dari pengalaman orang lain,” ujarnya.

Peserta studi lapangan berasal dari sejumlah daerah dan instansi, di antaranya Kabupaten Bandung Barat, Indramayu, Belitung, Nias, Majalengka, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kabupaten Sintang.

Bobby menyebut kehadiran rombongan sebagai kehormatan. Ia memaparkan karakteristik Kota Sukabumi yang memiliki luas sekitar 4.800 hektare, terbagi dalam tujuh kecamatan dan 33 kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 373.000 jiwa.

Dalam RPJMD 2025-2029, pemerintah menetapkan visi “Terwujudnya Masyarakat Kota Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis”. Agenda pembangunan mencakup pengembangan SDM berbasis vokasi, pelayanan kesehatan, penguatan nilai agama dan budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, kualitas lingkungan, infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan.

Peserta studi lapangan dijadwalkan mengunjungi Bappeda, BPKPD, DKP3, dan Dinas Kesehatan untuk melihat inovasi pelayanan publik.

Bobby mendorong peserta menggali proses di balik inovasi, termasuk tantangan dan dampaknya bagi masyarakat. “Teknologi hanyalah alat; manusialah yang menentukan arah dan manfaatnya,” katanya.

Ia menekankan bahwa jabatan pemerintahan adalah amanah. Kepemimpinan birokrasi harus berlandaskan integritas dan kemampuan beradaptasi agar pelayanan publik terus berkembang.

Melalui studi lapangan ini, peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VII memperoleh pengalaman empiris mengenai praktik pemerintahan daerah. Pertemuan juga memperkuat jejaring antarlembaga untuk membangun birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.

(Rsd)