ARAHBICARA.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas didampingi Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha serta perangkat daerah, mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Kegiatan ini berlangsung secara virtual dari Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/9/2026).
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto, menyampaikan pentingnya memastikan seluruh kelompok sasaran memperoleh intervensi yang tepat dan berkualitas. “Upaya tersebut harus didukung peningkatan cakupan serta kualitas intervensi prioritas,” ujarnya.
Ia menambahkan, angka stunting nasional saat ini tercatat 19,8 persen dan diharapkan terus ditekan untuk mencapai target RPJMN 2025–2029. Eddy berharap komitmen tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret dan penguatan koordinasi di daerah.
Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Setwapres, Mita Aprianti, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Sekretariat Wakil Presiden dalam mengawal pelaksanaan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. “Forum ini menjadi ruang untuk menyinkronkan kebijakan, bertukar pengalaman, serta mengidentifikasi kendala pelaksanaan program di daerah,” katanya.
Usai mengikuti Rakor, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. “Penanganan stunting adalah bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Ia menekankan perlunya sinergi antar pihak agar intervensi berjalan hingga tingkat paling bawah. “Yang harus ditekankan adalah kerja sama antar-OPD, sampai nanti ke tingkat desa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Reporter: Cr
Redaktur: Rsd
