ARAHBICARA.COM – Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjadi mendampingi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota Sukabumi yang digelar di Operation Room Setda Kota Sukabumi.

Rapat tersebut dihadiri para asisten daerah, staf ahli, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, camat, dan lurah. Dalam pertemuan itu, Wali Kota Ayep Zaki meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja sungguh-sungguh dan mengutamakan kebutuhan masyarakat dalam setiap program yang dijalankan.

Ayep mengatakan kualitas pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memperhatikan disiplin kerja, tanggung jawab, integritas, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada warga.

“Kita harus bekerja dengan hati dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” kata Ayep Zaki, Jumat (6/11/2026).

Ia juga meminta evaluasi kinerja aparatur sipil negara dilakukan lebih optimal. Penilaian tersebut mencakup kehadiran pegawai, keterlibatan dalam rapat-rapat penting, hingga penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan yang menjadi kewajiban perangkat daerah.

Selain pelayanan publik, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut. Ayep meminta Sekretaris Daerah Andang Tjahjadi mengoordinasikan langkah-langkah untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah yang memiliki potensi pendapatan.

Menurut Ayep, seluruh perangkat daerah penghasil PAD perlu menyusun data potensi pendapatan secara lebih terukur agar target yang ditetapkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia mengatakan potensi tersebut dapat berasal dari sektor retribusi, pajak daerah, parkir, maupun sumber pendapatan lainnya yang diatur dalam ketentuan yang berlaku.

Dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah, pemerintah juga akan memperkuat penagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta mendorong peningkatan pendapatan tunai daerah.

Pada sektor pelayanan masyarakat, Ayep meminta percepatan penanganan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menyampaikan tidak boleh ada anak usia sekolah yang putus pendidikan. Pemerintah daerah juga akan memastikan peserta didik yang mengikuti program Paket A, Paket B, dan Paket C dapat terdata dengan baik sehingga mendapatkan hak pendidikan yang semestinya.

“Tidak boleh ada siswa SD, SMP maupun SMA yang putus sekolah,” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana pelaksanaan Pasar Murah pada tahun 2027 yang ditargetkan berlangsung di 200 titik untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Program Grebeg Desil turut menjadi perhatian. Pemerintah Kota Sukabumi meminta agar pelaksanaan program tersebut dituntaskan hingga seluruh penerima bantuan terdata dan masuk ke dalam sistem yang telah disiapkan.

Menjelang akhir rapat, Ayep kembali mengingatkan pentingnya pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh perangkat daerah agar program yang telah ditetapkan berjalan sesuai rencana.

Ia juga meminta aturan disiplin ASN dijalankan dengan baik dan pegawai yang menunjukkan kinerja terbaik diberikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja mereka.

Selain itu, setiap perangkat daerah diminta aktif menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat melalui media sosial agar berbagai program pemerintah dapat diketahui secara luas.

Menurut Ayep, seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, membantu menekan angka pengangguran, mengurangi stunting, menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, serta mendukung pembangunan Kota Sukabumi yang lebih baik.

“Kami ingin seluruh program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya.

(Rsd)