ARAHBICARA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak yang belakangan menunjukkan tren peningkatan kasus di sejumlah wilayah. Imunisasi disebut sebagai langkah paling efektif untuk mencegah penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyampaikan bahwa campak merupakan infeksi yang sangat menular, namun bisa dicegah dengan vaksinasi.

“Vaksin campak terbukti efektif, dengan tingkat perlindungan mencapai 95 hingga 97 persen setelah dosis lengkap. Ini menjadi langkah penting untuk melindungi anak-anak dari risiko penularan,” kata Masykur, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi tanpa menyebabkan penyakit. Vaksin tersedia dalam bentuk MR (Measles-Rubella) maupun MMR (Measles-Mumps-Rubella) sesuai jadwal imunisasi nasional.

“Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta 5 hingga 7 tahun. Pemberian lengkap tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok di masyarakat,” ucapnya.

Menurut Masykur, cakupan vaksinasi yang tinggi dapat menekan penyebaran virus sekaligus melindungi kelompok rentan yang tidak bisa divaksin. Ia juga mengingatkan bahwa campak bisa menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani, mulai dari pneumonia hingga infeksi otak (ensefalitis), bahkan berisiko menyebabkan kematian.

Dinas Kesehatan mengajak orang tua memastikan anak-anak mendapat imunisasi sesuai jadwal. Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam kulit, batuk, dan mata merah.

“Pencegahan terbaik adalah imunisasi sejak dini. Mari bersama-sama kita lindungi generasi penerus dari ancaman campak,” kata Masykur.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd