ARAHBICARA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan HPV DNA gratis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-62 Tahun 2026.
Program tersebut berlangsung mulai 12 Oktober hingga 11 November 2026 bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Wilayah 3. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi dini risiko kanker serviks yang menjadi salah satu penyebab kematian perempuan di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyampaikan bahwa deteksi dini sangat penting karena kanker serviks pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan, di Indonesia terdapat sekitar satu hingga dua orang yang meninggal setiap jam akibat kanker serviks. Penyakit ini umumnya berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.
Pemeriksaan HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi materi genetik virus HPV risiko tinggi melalui sampel yang diambil dari leher rahim oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.
Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa skrining diperlukan karena perubahan awal yang dapat mengarah pada kanker serviks sering tidak disertai tanda atau keluhan.
Selain itu, hasil pemeriksaan HPV DNA yang menunjukkan hasil positif tidak berarti seseorang menderita kanker serviks.
“Hasil HPV DNA positif bukan berarti kamu terkena kanker. Dokter akan melanjutkan pemeriksaan lanjutan sesuai hasil dan kondisi kamu,” katanya, Senin (12/10/2026).
Dijelaskan pula bahwa pemeriksaan HPV DNA dan pap smear memiliki fungsi yang berbeda. HPV DNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus HPV risiko tinggi, sedangkan pap smear dilakukan untuk melihat adanya perubahan pada sel leher rahim.
Karena itu, masyarakat diminta melakukan skrining sesuai usia dan anjuran tenaga kesehatan agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.
“Lakukan screening sesuai usia dan rekomendasi tenaga kesehatan,” imbau Dinas Kesehatan.
Melalui program pemeriksaan gratis tersebut, masyarakat dapat menghubungi bidan atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan informasi dan mengikuti pemeriksaan HPV DNA. Pemerintah berharap semakin banyak perempuan melakukan deteksi dini sehingga risiko kanker serviks dapat dicegah sejak awal.
Reporter: Cr
Redaktur: Rsd
