ARAHBICARA.COM — Persoalan pemerataan dan kualitas pendidikan menjadi perhatian DEMA STAI Aceh Selatan dalam diskusi santai yang digelar bersama GERMA Aceh Selatan dan HMPS Poltekkes Kemenkes Aceh Selatan dalam rangka refleksi 21 tahun MoU Helsinki dan 81 tahun Indonesia Merdeka.
Diskusi mengangkat tema “Perhatian Mahasiswa terhadap Otonomi Khusus (Otsus) Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Aceh Selatan.” Dalam kesempatan tersebut, perwakilan DEMA STAI Aceh Selatan menyoroti masih perlunya perhatian pemerintah terhadap pemerataan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pedalaman dan sulit dijangkau.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya sebatas menyediakan gedung sekolah, tetapi juga harus memastikan ketersediaan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran yang memadai, akses teknologi, serta kesempatan yang sama bagi seluruh anak di Aceh Selatan untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
“Pendidikan harus dirasakan secara merata, bukan hanya bagi masyarakat yang berada di pusat kota. Anak-anak di wilayah pedalaman juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi pendidikan di wilayah Trumon Timur, khususnya Gampong Krueng Luas, yang dinilai masih membutuhkan perhatian dalam hal pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Menurutnya, kondisi geografis dan jarak tidak boleh menjadi alasan terjadinya kesenjangan pendidikan antara masyarakat di wilayah perkotaan dan pedalaman.
Dalam konteks Otsus, DEMA STAI Aceh Selatan mendorong agar anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan benar-benar tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan kualitas guru, peningkatan fasilitas sekolah, akses internet, serta dukungan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan dinilai menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Selain itu, mahasiswa berharap pemerintah melibatkan mahasiswa dan generasi muda dalam proses evaluasi serta pengawasan pembangunan pendidikan. Dengan keterlibatan tersebut, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
Diskusi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus merefleksikan perjalanan Aceh pasca-MoU Helsinki. DEMA STAI Aceh Selatan berharap momentum tersebut dapat mendorong pemerintah untuk terus memperkuat pemerataan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh HMPS Poltekkes Kemenkes Aceh Selatan, GERMA Aceh Selatan, dan mahasiswa Politeknik Aceh Selatan, serta berlangsung dalam suasana santai dan terbuka dengan berbagai pandangan mengenai pembangunan pendidikan dan kesehatan di Aceh Selatan.
