ARAHBICARA.COM – Kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Tak hanya menyalurkan bantuan dalam bentuk santunan, lembaga tersebut juga berupaya merespons berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.
Dari membantu masyarakat yang sedang sakit, memberikan perhatian kepada ustaz yang mengalami musibah kesehatan, hingga mendukung pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), menjadi bagian dari kepedulian UPZ Cikembar dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekah.
Ketua UPZ Kecamatan Cikembar, Ijam Jamaludin, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, bantuan tidak dibatasi pada satu jenis program karena persoalan yang dihadapi warga juga beragam.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada masyarakat, termasuk kepada ustaz yang sedang sakit. Mereka juga perlu kita perhatikan ketika sedang menghadapi kesulitan,” kata Ijam Jamaludin, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, perhatian terhadap para ustaz menjadi salah satu bentuk kepedulian yang terus dilakukan. Selama ini, para ustaz memiliki peran dalam kehidupan keagamaan sekaligus sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, ketika mereka mengalami sakit atau kesulitan, UPZ Cikembar berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Di sisi lain, UPZ Cikembar juga turut membantu warga melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
Program tersebut menyasar keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga belum mampu memperbaiki kondisi tempat tinggalnya. Bantuan diharapkan dapat membuat rumah warga menjadi lebih aman dan layak untuk ditempati bersama keluarga.
“Banyak bentuk bantuan yang kita lakukan. Ada untuk orang sakit, ada rutilahu, dan bantuan lainnya untuk masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Ijam.
Menurut Ijam, seluruh kegiatan sosial tersebut dapat berjalan berkat kepercayaan masyarakat yang menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui UPZ Cikembar.
Kepercayaan tersebut, kata dia, menjadi amanah yang harus dijaga. Setiap bantuan diupayakan agar diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan dan sesuai dengan kondisi yang telah diketahui.
“Yang kita salurkan ini adalah amanah. Kami berusaha supaya bantuan benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ijam menyebut, masih banyak warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Karena itu, kepedulian sosial tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
Menurutnya, sinergi antara UPZ, MUI, Pemerintah, tokoh masyarakat, para muzaki serta seluruh elemen masyarakat diperlukan agar jangkauan bantuan dapat semakin luas.
Ia berharap semangat berbagi di Kecamatan Cikembar terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu ketika menghadapi persoalan.
Bagi UPZ Cikembar, zakat, infak dan sedekah bukan hanya tentang penyaluran bantuan, tetapi juga bagaimana amanah dari masyarakat tersebut dapat memberikan manfaat secara langsung.
Mulai dari membantu ustaz yang sedang sakit, mendukung perbaikan rumah warga, hingga berbagai bentuk bantuan sosial lainnya, UPZ Cikembar berupaya menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan UPZ Cikembar bisa terus memberikan manfaat dan semakin banyak masyarakat yang terbantu,” pungkas Ijam.
