ARAHBICARA.COM – Bencana pergerakan tanah dan longsor melanda Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Akses jalan antar dusun terputus, membuat mobilitas warga terganggu. Saat ini penanganan darurat masih dilakukan secara swadaya, sementara kebutuhan alat berat menjadi prioritas utama.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dan langsung turun ke lokasi. “BPBD bersama unsur terkait sudah melakukan penanganan awal dan koordinasi. Kami terus memantau situasi dan mendorong percepatan agar akses jalan warga bisa segera dibuka kembali,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Peristiwa ini dipicu hujan deras pada Sabtu malam (18/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Jalan desa yang menghubungkan Dusun Puncak Dago, Cinunjang, dan Bantaragung rusak sepanjang 10 meter dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Di titik lain, pergerakan tanah sepanjang 40 meter dengan retakan 30 cm membuat badan jalan ambles. Longsor juga terjadi di Kampung Cilengka, menutup jalan sepanjang 8 meter dengan material tanah setinggi 2 meter.
Meski tidak ada korban jiwa, aktivitas warga terganggu. Untuk sementara, warga harus melewati jalur alternatif melalui Pasir Nangka dan Cikurutug di Desa Bojongjengkol dengan jarak tambahan sekitar 3 kilometer.
Berbagai pihak ikut membantu, di antaranya P2BK Jampangtengah, TAGANA, TNI-Polri, pemerintah desa, kecamatan, serta masyarakat. Evakuasi material longsor masih dilakukan manual dengan peralatan seadanya.
BPBD mengingatkan warga agar tetap waspada karena kondisi tanah masih labil. “Keselamatan warga adalah prioritas. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan baru, segera laporkan,” tambah Eki.
Data sementara masih dihimpun dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

