ARAHBICARA.COM – Nilai ekspor Kabupaten Sukabumi mencapai US$30 juta. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian menunjukkan hampir 90 persen ekspor didominasi alas kaki dan produk tekstil.

Alas kaki menyumbang 47 persen, sementara produk tekstil 42 persen. Sisanya berasal dari komponen elektrik 4 persen, boneka 3 persen, dan elektronik 2 persen.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi, H. Haerul Imam, menyampaikan dukungan terhadap pengembangan industri ramah lingkungan yang berorientasi ekspor.
“Memastikan aktivitas industri tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan keberlanjutan,” katanya, Selasa. (10/9/2026).

Selain alas kaki dan tekstil, sejumlah komoditas lain juga menembus pasar luar negeri meski dengan porsi kecil. Di antaranya batu alam (0,5 persen), biji pala (0,4 persen), makanan ringan (0,4 persen), furniture dan kerajinan (0,2 persen), teh (0,1 persen), rambut palsu (0,1 persen), tanaman hias (0,1 persen), gula kelapa (0,03 persen), serta sayuran (0,015 persen).

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global. Ke depan, penguatan sektor industri kecil menengah (IKM) akan terus dilakukan agar semakin banyak komoditas daerah yang bisa menembus ekspor.

(Rsd)