ARAHBICARA.COM – Camat Patung kuda, Hasanudin, menyambut baik pembangunan ruas Jalan Pakuwon yang tahun ini mulai dikerjakan melalui pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut menjadi kabar yang telah lama dinantikan warga karena kondisi jalan itu sudah menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
“Di tahun ini kita sedang ada pembangunan ruas Jalan Pakuwon yang menjadi keresahan masyarakat yang sudah terjadi beberapa tahun ke belakang. Alhamdulillah tahun ini ada pembangunan yang sumbernya dari APBN,” kata Camat Parungkuda, Kamis (22/10/2026).
Ia mengaku bersyukur karena pembangunan jalan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas warga di Kecamatan Parungkuda dan wilayah sekitarnya.
“Jadi kita sangat bersyukur akan adanya jalan yang bagus tentunya untuk aksesibilitas masyarakat Kecamatan Parungkuda dan sekitarnya,” ujarnya.
Selain memperlancar aktivitas warga, keberadaan jalan yang lebih baik juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.
“Harapannya tentu ketika sudah dibangun maka akan adanya lonjakan ekonomi juga di sekitarnya,” ucapnya.
Camat Parungkuda juga mengajak masyarakat ikut menjaga kondisi jalan setelah pembangunan selesai. Ia berharap warga tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menangani persoalan kecil yang berpotensi merusak jalan.
“Ketika ada misalkan hambatan ataupun genangan air itu akan segera diperbaiki. Jadi jangan sampai nunggu-nunggu pemerintah yang memperbaiki saluran yang tersendat tersebut, tapi masyarakat bisa berperan aktif di situ,” katanya.
Di sisi lain, ia mendukung target Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kondisi jalan di wilayahnya semakin baik pada 2027.
“Target Pak Gubernur ini kan 2027 harus becir semua jalan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui kemampuan anggaran desa saat ini masih terbatas untuk menjalankan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Karena itu, dukungan pembiayaan dari pemerintah di tingkat yang lebih tinggi masih sangat dibutuhkan.
“Kalau dilihat dari sekarang anggaran yang dimiliki desa itu sangat minim. Harapannya tentunya ada pembiayaan dari luar desa. Kalau hanya mengandalkan dari desa saja saya kira tidak bisa,” katanya.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat terus membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah desa.
“Harapan kita tentunya ada dukungan dari provinsi, karena kita tahu sendiri sekarang anggaran desa itu sangat minim sekali,” pungkasnya.
(Rsd)
