ARAHBICARA.COM – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Nusa Putra di Desa Kertaangsana resmi berakhir pada 5 September 2026. Selama lebih dari satu bulan, 12 mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakat dengan fokus pada lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi pertanian.
Ketua kelompok KKN, Rafael Ahmad Abduljabbar, menyampaikan bahwa kegiatan dimulai dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan kunjungan edukatif ke SD Nagrak. “Pembuatan biopori ini melibatkan partisipasi aktif warga, termasuk Ketua RT 1 Kampung Haji, sebagai langkah preventif penanggulangan genangan air dan pelestarian resapan tanah,” ujarnya, Ahad (6/9/2026).
Selain itu, mahasiswa juga menggelar pelatihan eco print bagi siswa SD Nagrak untuk menumbuhkan kreativitas sejak dini. Pada minggu ketiga, program diperluas ke sektor pertanian melalui kerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah 3 dengan menyalurkan 95 bibit pohon.
“Penanaman tahap pertama dan kedua dilaksanakan bersama warga setempat di sejumlah titik lahan produktif. Selain itu, mahasiswa turut memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat bantu penabur pupuk kepada kelompok tani di Kampung Ranca Bali,” tambah Rafael.
Kegiatan mahasiswa juga menyatu dengan kehidupan warga, mulai dari gotong royong, perayaan hari besar keagamaan, hingga persiapan menyambut HUT RI.
Kepala Desa Kertaangsana, Ence Ruswandi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa. “Kehadiran aktif mahasiswa KKN Mandiri Universitas Nusa Putra di tengah masyarakat membawa dampak positif yang signifikan. Para mahasiswa berhasil membangun kedekatan emosional yang erat dengan warga setempat, hingga tercipta ikatan kekeluargaan yang tulus,” katanya.
Program ditutup dengan perpisahan penuh kehangatan bersama warga dan anak-anak yang selama ini aktif mendampingi kegiatan di posko. Melalui KKN Mandiri ini, Universitas Nusa Putra berharap sinergi akademisi dan masyarakat terus terjalin, meninggalkan manfaat jangka panjang bagi kemandirian dan kesejahteraan warga Sukabumi.
(Rsd)
