ARAHBICARA.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mendorong penguatan peran organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di tingkat kelurahan. Sinergi antara Karang Taruna, RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), pemerintah kelurahan, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun lingkungan yang aman, produktif, dan sejahtera.
Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas Karang Taruna Kelurahan Selabatu serta pemberdayaan masyarakat RT/RW se-Kelurahan Kebonjati, Kamis (27/8/2026).
“Karang Taruna harus mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan. Mulai dari masalah sosial, lingkungan, ekonomi masyarakat, sampai membuka peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Bobby, Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai wadah generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepedulian terhadap persoalan sosial maupun lingkungan.
Dorongan serupa juga diberikan kepada RT dan RW. “RT dan RW merupakan mitra pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, perannya sangat strategis dalam menyampaikan informasi, mengidentifikasi persoalan, sekaligus membangun partisipasi masyarakat,” katanya.
Bobby menyoroti masalah pengangguran di Kota Sukabumi. Pemerintah mencari alternatif melalui pengembangan ekonomi masyarakat dan fasilitasi warga yang ingin bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Jangan sampai masyarakat berangkat melalui jalur ilegal. Kalau ingin bekerja ke luar negeri, ikuti proses yang resmi sehingga ada kepastian dan perlindungan,” tegasnya.
Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi pelatihan kerja dengan dukungan pembiayaan, termasuk akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karang Taruna dan RT/RW diharapkan ikut menyebarkan informasi agar masyarakat lebih mudah memperoleh peluang kerja.
Bobby menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari rumah tangga melalui pemilahan organik dan nonorganik.
“Jangan melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang. Kalau dikelola dengan baik, sampah bisa memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta penertiban TPS liar.
Bobby mengaitkan penguatan peran masyarakat dengan penanganan kemiskinan dan stunting. RT/RW disebut berperan penting dalam menyediakan data akurat agar intervensi pemerintah tepat sasaran. Karang Taruna juga dapat terlibat melalui kegiatan sosial, ekonomi, dan kampanye kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Bobby menjelaskan tantangan fiskal daerah akibat penyesuaian transfer pusat sekitar Rp159 miliar.
“Dengan kondisi seperti ini, kita dituntut untuk terus mandiri. Efisiensi dan penyesuaian anggaran harus dihadapi dengan kolaborasi, inovasi, dan optimalisasi potensi yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bagian menuju kemandirian fiskal. Dana Kelurahan juga akan dibahas bersama Wali Kota sesuai kebutuhan pembangunan di tiap wilayah.
(Rsd)
