ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi resmi membuka ajang internasional bertajuk The Diplomatic Forum yang berlangsung pada 21–22 April 2026. Acara dimulai dengan penyambutan hangat di Ruang Utama Balaikota Sukabumi, Selasa (21/4/2026). Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki hadir bersama Wakil Wali Kota Boby Maulana dan Sekretaris Daerah H. Andang Tjahjandi.
Forum ini hadir 17 Duta Besar dari berbagai negara sahabat. Pemerintah Kota Sukabumi memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan potensi daerah ke dunia internasional, mulai dari UMKM, budaya, investasi, hingga pelayanan publik.
Usai acara pembukaan, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 1 Kota Sukabumi. Agenda ini menjadi bagian dari kerja sama di bidang pendidikan, termasuk rencana pengiriman guru asal Sukabumi untuk belajar di negara mitra selama satu tahun.
Wali Kota Ayep Zaki menyampaikan bahwa forum ini menjadi langkah nyata Kota Sukabumi menuju panggung global.
“Hari ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Sukabumi. Kehadiran 17 Duta Besar membuktikan bahwa kota ini punya daya tarik internasional, baik dari sisi investasi, budaya, maupun SDM,” ucapnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin produk UMKM Sukabumi masuk ke pasar dunia dan kualitas pendidikan meningkat dengan guru-guru kita belajar ke luar negeri. Saatnya Sukabumi mewarnai dunia,” kata Ayep.
Dalam rangkaian acara, juga dijadwalkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa negara, di antaranya Georgia, Armenia baru bagi Kota Sukabumi. Kehadiran 17 Duta Besar membuktikan bahwa kota ini punya daya tarik internasional, baik dari sisi investasi, budaya, maupun SDM,” ucapnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin produk UMKM Sukabumi masuk ke pasar dunia dan kualitas pendidikan meningkat dengan guru-guru kita belajar ke luar negeri. Saatnya Sukabumi mewarnai dunia,” kata Ayep.
Dalam rangkaian acara, juga dijadwalkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa negara, di antaranya Georgia, Armenia, dan Rumania.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

