ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar rapat koordinasi bersama pelaku usaha lintas sektor di Balai Kota Sukabumi, Selasa. Pertemuan ini dipimpin langsung Wali Kota Ayep Zaki dengan tujuan memperkuat iklim investasi yang bersih, transparan, dan bebas dari pungutan liar maupun korupsi.

Dalam forum tersebut, Ayep Zaki menekankan pentingnya terciptanya lingkungan usaha yang sehat sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menuturkan, pemerintah tidak akan memberi ruang bagi praktik yang merusak kepercayaan publik dan menghambat investasi.

Rakor dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah H. Andang Tjahjandi, jajaran asisten daerah, kepala perangkat daerah, serta perwakilan pengusaha dari berbagai sektor. Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi pembangunan antara pemerintah dan dunia usaha.

Ayep Zaki menyampaikan, keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. “Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan menjadi kunci menghadapi tantangan pembangunan di Kota Sukabumi,” ucapnya.

Dengan luas wilayah sekitar 4.800 hektare, termasuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi, Pemkot Sukabumi terus menata ruang melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah ini membuka peluang investasi baru dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

“Pemerintah berkomitmen memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor, namun tetap dalam aturan yang bersih dan transparan,” kata Ayep Zaki.

Selain itu, pelaku usaha didorong aktif mengajukan rencana program dan investasi melalui Bappeda. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai indikator nyata keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

Reporter: Aris
Redaktur: Rsd