ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Gedung Juang, Rabu (8/4/2026). Wali Kota Ayep Zaki menekankan perlunya kerja bersama seluruh pihak untuk menyusun arah pembangunan kota yang lebih strategis dan sesuai kebutuhan warga.
Forum ini dihadiri jajaran perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta perwakilan masyarakat. Musrenbang menjadi wadah utama untuk merumuskan rencana kerja pembangunan tahun 2027 dengan visi kota yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.
Ayep menyampaikan capaian pembangunan hingga 2025 menunjukkan hasil positif. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi dan nasional. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, sementara angka kemiskinan dan pengangguran menurun.
“Capaian ini harus kita jaga dan tingkatkan dengan perencanaan yang matang dan kolaboratif,” ujar Ayep.
Dari sisi fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga naik sehingga memperkuat kapasitas keuangan daerah. Hal ini memberi ruang lebih luas bagi pemerintah untuk menjalankan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Meski begitu, Ayep mengingatkan adanya tantangan global dan regional yang perlu diantisipasi, termasuk tekanan ekonomi dan kebutuhan pengembangan kawasan baru. Pemkot menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, seperti penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, penguatan infrastruktur layanan publik, pengelolaan sampah modern, serta pengembangan ekonomi kreatif.
“Kolaborasi adalah kunci. Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan semua unsur agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Ayep.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menambahkan pentingnya sinkronisasi antarperangkat daerah dalam merumuskan prioritas pembangunan. Musrenbang kali ini digelar secara partisipatif dengan menghimpun masukan dari berbagai pihak. Pemerintah berharap hasil perencanaan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan kota yang berkelanjutan.
“Perencanaan harus berbasis data, terintegrasi, dan mampu menjawab isu riil di lapangan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program yang dijalankan efektif dan tepat sasaran,” ucap Andang.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

