ARAHBICARA.COM – Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, makin dikenal sebagai pusat UMKM berbasis potensi lokal. Produk unggulan seperti minyak atsiri, batu mulia, sampai olahan pangan terus dikembangkan lewat peningkatan kualitas dan pemasaran digital.
Salah satu contoh nyata datang dari Farman (48), pengrajin batu akik asal Kampung Batu Asih, Desa Sekarwangi. Ia berhasil menjaga kerajinan batu mulia tetap hidup sekaligus memperluas pasar dengan desain baru dan pemanfaatan platform digital.
“Dulu pembeli hanya dari sekitar sini. Sekarang, setelah ikut pelatihan digital, kami bisa menjangkau konsumen luar daerah,” kata Farman, Minggu (5/4/2026).
Letak Cibadak yang berada di jalur penghubung Sukabumi-Bogor membuat distribusi produk lebih mudah. Akses pasar pun terbuka lebar hingga ke Jabodetabek.
Selain batu akik, penyulingan minyak atsiri dari serai wangi juga berkembang. Komoditas ini dianggap punya nilai ekonomi tinggi dan bisa jadi unggulan desa. UMKM olahan makanan dari hasil pertanian pun terus didorong agar lebih menarik lewat peningkatan kualitas, kemasan, dan branding.
Pembinaan dilakukan berkelanjutan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi. Ada pelatihan teknis, pendampingan usaha, sampai sertifikasi. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak ikut mendukung lewat program penguatan kapasitas, termasuk pemasaran digital dan inovasi produk.
Langkah ini penting untuk menghadapi persaingan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha. Harapannya, UMKM Cibadak bisa naik kelas dari pasar lokal menuju nasional bahkan internasional.
Tak ketinggalan, kerajinan bambu juga mulai dilirik. Pelaku usaha didorong lebih kreatif dalam desain agar produk punya nilai tambah dan berpotensi ekspor.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

