ARAHBICARA.COM – Perhelatan Peuting Munggaran Hari Jadi Tatar Sunda di kawasan Gedung Sate, Minggu (17/5) malam, berlangsung khidmat dan penuh makna budaya.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Kirab Budaya Hari Jadi Tatar Sunda. Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir, termasuk Ibu Bangsa Sinta Nuriyah Wahid, serta para kepala daerah Jawa Barat. Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana juga turut hadir.

Kehadiran para pemimpin daerah menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya Sunda sebagai identitas masyarakat Jawa Barat.

Sebagai pembuka, cendekiawan Prof. Bagus Muljadi memaparkan konsepsi kasundaan. Menurutnya, Sunda bukan hanya identitas etnis, tetapi sebuah peradaban dengan ilmu pengetahuan dan nilai kehidupan. Ia juga menyinggung buku terbarunya Ensiklopedia Sunda yang dinilai penting untuk generasi muda agar lebih mengenal akar sejarah dan budaya leluhur.

Kang Dedi Mulyadi menyoroti kondisi ekologis Jawa Barat, khususnya kawasan Pakuan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Dalam perspektif Sunda, bertuhan itu beralam. Bersujud kepada Tuhan diwujudkan dengan mencium tanah saat bersujud,” ungkapnya.

Puncak acara diisi dengan drama musikal kolosal berjudul Pajajaran Gugat yang disutradarai Sujiwo Tejo dan diperankan sejumlah pesohor nasional. Pertunjukan ini mengangkat kisah masa Pajajaran dengan balutan seni teatrikal, musik, dan budaya Sunda yang kuat.

Lewat drama tersebut, tersampaikan pesan bagi masyarakat Sunda masa kini tentang menyambut hadirnya “Pajajaran Anyar” dengan semangat baru, tetap berpijak pada nilai budaya dan harmoni dengan alam.

 

(Red)