ARAHBICARA.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri kegiatan Sosialisasi Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Dispora sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada siswa berprestasi dari SMA Negeri 2 Kota Sukabumi. Acara digelar di kawasan Car Free Day, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Restu Boemi yang merupakan istri Wakil Wali Kota Sukabumi serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan bahwa Car Free Day bukan hanya ruang olahraga dan rekreasi, tetapi juga wadah strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Sebagai kota perdagangan dan jasa dengan wilayah terbatas, kita perlu mengoptimalkan kegiatan seperti Car Free Day. Ini membuka peluang bagi pelaku usaha, pedagang, pelaku seni, dan subsektor ekonomi kreatif untuk berkembang,” ujarnya.

Bobby juga mendorong generasi muda agar terus mengembangkan bakat melalui berbagai wadah, termasuk media sosial.

“Teknologi digital memberi kesempatan luas bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni, musik, tari, maupun bidang kreatif lainnya,” katanya.

Ia mencontohkan prestasi Mahroj, putra Sukabumi yang berhasil meraih juara di festival internasional dan tampil di berbagai program televisi nasional.

“Prestasi Mahroj bisa jadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani berkarya dan mengharumkan nama Sukabumi,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Bobby menyerahkan penghargaan kepada siswa SMA Negeri 2 Kota Sukabumi yang meraih Juara I Lomba Tari Kreasi tingkat SMA se-Jawa Barat dalam ajang FLS3N.

“Kami apresiasi pencapaian ini dan berharap prestasi para pelajar terus meningkat,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap Car Free Day menjadi ruang yang memberi manfaat ganda: mendorong ekonomi kreatif, melahirkan prestasi generasi muda, sekaligus menjaga lingkungan demi Sukabumi yang lebih maju.

Selain itu, Bobby mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Setiap aktivitas masyarakat berpotensi menghasilkan sampah. Karena itu, kreativitas, prestasi generasi muda, pertumbuhan ekonomi, dan kepedulian lingkungan harus berjalan bersama,” tuturnya.

(Rsd)