ARAHBICARA.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menghadiri pelatihan digital marketing yang diikuti sekitar 60 content creator dan pelaku usaha, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi memperluas promosi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pelatihan membahas berbagai materi, mulai dari penggunaan media sosial, kolaborasi dengan content creator, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pembuatan konten. Program ini diarahkan untuk membantu pelaku usaha dan pegiat ekonomi kreatif memperkenalkan berbagai potensi Kota Sukabumi kepada masyarakat yang lebih luas.

Bobby Maulana mengatakan, pola masyarakat dalam mencari informasi kini sudah banyak berubah. Sebelum mengunjungi suatu tempat atau membeli produk, banyak orang lebih dulu melihat foto, video, ulasan, maupun konten yang beredar di media digital.

Karena itu, menurut dia, promosi daerah dan produk lokal perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat saat ini.

“Kami ingin pelaku UMKM dan content creator di Kota Sukabumi mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas. Promosi hari ini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui platform digital yang dekat dengan masyarakat,” ujar Bobby.

Ia menuturkan, Kota Sukabumi memiliki banyak potensi yang dapat diperkenalkan melalui media digital, mulai dari kuliner, hotel, restoran, museum, situs bersejarah, hingga konsep wisata Soekabumi Tempo Doeloe.

Menurutnya, ketika suatu destinasi atau produk lokal dikenal luas melalui konten digital, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor wisata, tetapi juga pelaku usaha lain yang berada di sekitarnya.

“Ketika wisata berkembang, tentu akan memberi peluang bagi banyak sektor lain, termasuk UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga penyedia jasa yang ada di Kota Sukabumi,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara membuat konten yang menarik, mengenali karakter audiens, memanfaatkan teknologi AI, serta membangun promosi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pemkot Sukabumi memandang kemampuan membuat konten menjadi kebutuhan penting di era digital. Sebab, keberhasilan promosi saat ini tidak hanya ditentukan oleh keberadaan akun media sosial, tetapi juga kemampuan menghadirkan informasi yang menarik, mudah ditemukan, dan dipercaya masyarakat.

Selain mendorong kreativitas, Bobby juga mengingatkan pentingnya menyajikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurut dia, kepercayaan publik menjadi modal penting dalam membangun citra daerah, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Konten yang dibuat harus tetap memberikan informasi yang benar. Kepercayaan masyarakat menjadi hal penting karena akan berpengaruh terhadap citra Kota Sukabumi di mata publik,” ucapnya.

Di sisi lain, perkembangan AI dinilai dapat membantu mempercepat proses kreatif, mulai dari mencari ide, membuat konsep, hingga mengolah materi promosi. Namun, Bobby menilai teknologi tetap perlu dipadukan dengan karakter lokal yang menjadi kekuatan utama sebuah daerah.

Menurutnya, cerita tentang sejarah kota, budaya masyarakat, kuliner khas, hingga pengalaman warga menjadi nilai yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Sukabumi berencana melanjutkan program peningkatan kapasitas bagi pelaku ekonomi kreatif. Pada 17 Oktober 2026, akan digelar pelatihan lanjutan yang mencakup bidang kuliner dan basic barista, desain komunikasi visual, fotografi produk berbantuan AI, serta pembuatan video untuk live streaming.

Melalui pelatihan berkelanjutan tersebut, Pemkot Sukabumi berharap kemampuan promosi digital para pelaku usaha dan content creator semakin berkembang sehingga dapat membantu memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Kota Sukabumi kepada masyarakat yang lebih luas.

(Rsd)