ARAHBICARA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi H. Andang Tjahjandi mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.
Hal itu disampaikan Andang saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sukabumi di Balai Kota Sukabumi, Selasa (27/10/2026).
Menurut Andang, pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar kondisi ekonomi daerah tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
“Komitmen dan sinergi seluruh pihak sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah serta melindungi daya beli masyarakat,” kata Andang.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. Pertemuan itu membahas upaya bersama untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi di Kota Sukabumi.
Dalam pembahasan TPID, sejumlah langkah menjadi perhatian, mulai dari pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional hingga penguatan distribusi barang dari produsen kepada konsumen.
Selain itu, peserta rapat juga membahas persiapan menghadapi potensi peningkatan permintaan pada periode tertentu yang berpengaruh terhadap harga kebutuhan masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor, TPID Kota Sukabumi terus mendorong kelancaran pasokan dan distribusi bahan pokok agar ketersediaannya tetap terjaga.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil dan mudah dijangkau masyarakat di tengah berbagai dinamika ekonomi yang terjadi.
Pemerintah Kota Sukabumi berharap kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, dan berbagai pihak lainnya dapat mendukung pengendalian inflasi serta menjaga kondisi ekonomi daerah tetap kondusif.
(Rsd)
