ARAHBICARA.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masyikur Alawi, mengajak masyarakat untuk mengikuti program skrining tuberkulosis (TBC) gratis yang saat ini digelar di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat guna mendukung target eliminasi TBC pada 2030.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi saat ini melakukan jemput bola dengan menyelenggarakan pemeriksaan TBC di 683 titik skrining yang ditargetkan berlangsung hingga November mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar kasus TBC dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan bisa segera diberikan kepada pasien.

“Target eliminasi penyakit TBC di tahun 2030 dimulai dengan penemuan kasus positif di masyarakat sedini mungkin. No one left behind, tidak ada yang tertinggal atau tidak terdeteksi satu kasus pun di masyarakat,” katanya, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, masyarakat yang mengalami gejala TBC diminta segera memanfaatkan layanan pemeriksaan yang telah disediakan secara gratis.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk yang berlangsung lama, sesak napas, maupun riwayat kontak serumah atau kontak erat dengan penderita TBC.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi jemput bola ke masyarakat. Targetnya sampai bulan November kita screening TB di 683 titik,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat yang memiliki gejala atau pernah berinteraksi dekat dengan penderita TBC segera menghubungi kader kesehatan maupun puskesmas terdekat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta pemeriksaan.

“Mangga bagi masyarakat yang merasa punya gejala TBC seperti batuk lama, sesak nafas dan lainnya, atau kontak serumah dengan penderita TB, atau kontak erat, hubungi kader atau puskesmas untuk mendaftar jadi peserta gratis pemeriksaan termasuk rontgen sampai tegaknya diagnosis,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi berharap semakin banyak kasus TBC yang ditemukan lebih awal sehingga penularan dapat ditekan dan pengobatan bisa dilakukan secepat mungkin.

 

Reporter: Cr
Redaktur: Rsd