ARAHBICARA.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi kembali menghadirkan program edukasi bertajuk Cerita tentang Gender (Cager) episode 10. Program ini menjadi ruang pembelajaran masyarakat untuk memahami kesetaraan gender secara sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menjelaskan bahwa dalam berbagai budaya masih terdapat stigma yang melekat pada profesi maupun keterampilan tertentu.

“Misalnya, perempuan diharapkan pandai memasak dan berdandan, padahal belum tentu demikian. Sebaliknya, banyak laki-laki yang berprofesi sebagai chef dan MUA (Make Up Artist) yang handal,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, kesetaraan gender bisa dimulai dari menghapus kotak-kotak yang membelenggu identitas laki-laki dan perempuan.

Agus menekankan bahwa pola pikir masyarakat perlu berubah agar tidak lagi membatasi peran seseorang berdasarkan jenis kelamin. Kesempatan dalam pekerjaan maupun keterampilan seharusnya terbuka bagi semua orang.

“Kesetaraan gender bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu menghapuskan stigma yang membatasi. Salam setara,” tambahnya.

Program Cerita tentang Gender (Cager) yang digelar DP3A menjadi sarana edukasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat. Melalui episode demi episode, DP3A berupaya membangun kesadaran bahwa kesetaraan bukanlah konsep rumit, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya program ini, DP3A berharap masyarakat Sukabumi semakin terbuka terhadap isu kesetaraan gender. Perubahan pola pikir di tingkat keluarga dan lingkungan diharapkan mampu menciptakan budaya yang lebih adil dan menghargai keberagaman.

(Rsd)