ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Minggu IV September 2026 di Kecamatan Citamiang, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Camat Citamiang, lurah, serta unsur terkait.

GPM menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

“GPM harus menjadi bentuk implementasi nyata pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi,” ujar Ayep Zaki.

Wali Kota mendorong agar setiap kelurahan memiliki agenda pasar murah dengan sasaran utama masyarakat pada desil 1 hingga desil 5. Sementara warga yang masuk desil 6 ke atas diarahkan tidak menjadi penerima subsidi karena dinilai memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.

Ayep menjelaskan, pemerintah akan mengoptimalkan intervensi melalui APBD dengan dukungan BAZNAS, Pramuka, dan Posyandu. Subsidi direncanakan sekitar 10 persen dari harga kebutuhan pangan.

“Jika pemerintah mengalokasikan Rp1 miliar untuk stabilisasi harga, dana itu diharapkan bisa mengintervensi belanja pangan masyarakat hingga Rp10 miliar,” jelasnya.

Skema tersebut akan dibagi agar menjangkau 33 kelurahan secara efektif.

Selain menjaga daya beli, pasar murah diharapkan menggerakkan perekonomian lokal karena melibatkan pelaku usaha dan pedagang. Intervensi pemerintah juga diarahkan pada tiga persoalan utama: penurunan daya beli, penanganan stunting, dan pengurangan pengangguran.

Dengan inflasi Kota Sukabumi berada di angka 2,77 persen, GPM menjadi strategi pemerintah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan manfaat APBD benar-benar dirasakan masyarakat.

(Rsd)