ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas RT, RW, dan Karang Taruna terkait penanganan sampah di Kelurahan Cibeureumhilir, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini digelar di Ruang Pertemuan Kelurahan dengan melibatkan Camat Cibeureum Yanuar Ridwan, Lurah Suhendar, serta Ketua LPM Deden Kurniawan.
Camat Cibeureum, Yanuar Ridwan, menyoroti kompleksitas persoalan kebersihan di wilayahnya yang mencakup 12 RW dan 53 RT. Edukasi pemilahan sampah dari sumbernya menjadi target utama dalam pertemuan tersebut.
“Sampah merupakan permasalahan yang cukup pelik. Kita usahakan dalam Bimtek ini ada pemilahan sampah. Mudah-mudahan, kita mendapatkan pemahaman utuh dalam menjaga lingkungan,” ujar Yanuar.
Dalam arahannya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan pentingnya peran RT dan RW sebagai bagian dari struktur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“RT dan RW menjadi bagian dari struktur pemerintah yang tidak dapat dipisahkan. Jadi, kita ibaratkan seperti sebuah pohon yang kokoh, semua harus saling menopang dan harus bersama,” kata Ayep Zaki.
Komitmen pemerintah terhadap aparatur tingkat bawah dibuktikan melalui alokasi insentif lebih dari Rp 12,5 miliar untuk RT dan RW. Selain itu, dukungan juga diberikan untuk Posyandu sebesar Rp 4,39 miliar per tahun, Linmas Rp 2,53 miliar, serta operasional marbot dan guru mengaji Rp 2,68 miliar.
“Ini adalah kebijakan pemerintah yang baik. Saya minta agar disyukuri karena itu uang dari hasil pajak rakyat,” tambahnya.
Ayep juga memberikan arahan tegas kepada perangkat daerah terkait integritas.
“Saya memberikan tugas kepada perangkat daerah dengan syarat mutlak: tidak berbohong, tidak menipu, tidak mencuri, tidak berjudi, dan jangan terjerat narkoba,” ujarnya.
Selain isu lingkungan, agenda pemberdayaan di Cibeureumhilir juga menyasar persoalan kesehatan dan ekonomi. Berdasarkan pendataan, terdapat 57 kasus stunting (tengkes) di kelurahan tersebut.
Wali Kota menginstruksikan pembaruan data secara berkala untuk menekan angka prevalensi hingga mencapai target new zero stunting.
“Dari Cibeureumhilir harus ada masyarakat usia produktif yang dimasukkan ke dalam bursa kerja. Kelurahan Cibeureumhilir sebaiknya menargetkan 400 orang,” paparnya.
Sebagai langkah strategis, Pemkot Sukabumi tengah merancang program pengiriman 10.000 hingga 15.000 pekerja terampil ke Jepang. Para calon pekerja migran akan terlebih dahulu mengikuti pendidikan vokasi di LPK Politeknik Sukabumi selama enam bulan.
Rangkaian program penataan lingkungan dan pemberdayaan sumber daya manusia ini menjadi bagian dari cetak biru kesiapan Cibeureum sebagai kawasan perkotaan baru.
Pemerintah juga mendorong optimalisasi opsen pajak, PBB-P2, penyaluran dana Baznas, serta peningkatan pendidikan vokasi. Semua diarahkan untuk mencetak kawasan urban yang bersih, berdaya saing, dan berdaya secara ekonomi.
(Rsd)
