ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meminta seluruh jajaran birokrasi mempercepat lahirnya inovasi daerah yang berorientasi pada efisiensi anggaran, pengentasan kemiskinan, dan penurunan angka stunting. Arahan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis dan Evaluasi Progres Pelaporan Inovasi Daerah pada Innovative Government Award (IGA) 2026 di Ruang Rapat Bappeda Kota Sukabumi, Kamis (13/8/2026).
Di hadapan kepala perangkat daerah dan camat se-Kota Sukabumi, Wali Kota menegaskan komitmen mempertahankan keunggulan inovasi di tingkat nasional.
“Tahun ini kita harus juara lagi. Bahkan untuk tahun 2027 sudah kita siapkan dari sekarang,” kata Ayep Zaki.
Ia menggambarkan dorongan inovasi dalam birokrasi seperti proses pembaruan sel dalam tubuh manusia.
“Inovasi harus terus bertumbuh di setiap lini, setiap saat. Dalam tubuh kita sebetulnya ada proses inovasi yang terjadi secara alamiah, terutama di saat kita sedang tidur,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan adaptasi birokrasi ditentukan oleh kebiasaan instansi merespons tantangan zaman dengan langkah efisiensi.
“Manusia cepat beradaptasi. Dalam pemerintahan, adaptasi ini relevan dengan masa efisiensi. Bagaimana kita menekan angka stunting, kemiskinan, dan menekan biaya pegawai? Belanja pegawai yang saat ini 41 persen bagaimana bisa jadi 30 persen, salah satunya lewat inovasi Sukasai,” tegas Wali Kota.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Sukabumi M. Hasan Asari memaparkan tahapan penyiapan berkas pelaporan yang wajib dipenuhi seluruh unit kerja.
“Batas akhir penginputan data inovasi daerah ditetapkan pada 21 Agustus 2026. Tujuan kegiatan ini agar inovasi dari setiap perangkat daerah terdaftar resmi dan memenuhi syarat kelayakan,” ujar Hasan.
Ia menambahkan, setelah data inovasi masuk ke sistem nasional, proses berlanjut ke tahap presentasi utama. Kepala daerah dijadwalkan menyampaikan pemaparan substansi dan dampak inovasi Kota Sukabumi di hadapan tim penilai pusat.
Dengan arahan Wali Kota dan paparan Kepala Bappeda, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan inovasi daerah menjadi motor efisiensi sekaligus solusi nyata bagi pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting.
