ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi bersama Bea dan Cukai menggelar sosialisasi rokok ilegal pada 7–9 Juli 2026 di Hotel Fresh Sukabumi. Kegiatan ini bagian dari pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengajak warga ikut mengawasi peredaran rokok ilegal.

Acara dibuka Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki. Hadir pula Kepala KPPBC Bogor Chotibul Umam beserta jajaran, Satpol PP Kota Sukabumi, serta peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Dalam laporannya, panitia menyebut tujuan sosialisasi adalah mengenalkan ciri rokok ilegal, aturan cukai, dan dampaknya terhadap penerimaan negara. Peserta diharapkan bisa menyebarkan informasi dan membantu pemerintah dalam pengawasan.

Kepala KPPBC Bogor Chotibul Umam mengatakan, “Rokok ilegal masih terus ditemukan. Kami memohon bantuan masyarakat, apabila mengetahui adanya penjualan atau distribusi rokok ilegal agar segera melaporkannya.”

Ia menambahkan, rokok ilegal merugikan negara dan menciptakan persaingan usaha tidak sehat. Bea dan Cukai sendiri sudah menindak sekitar 44 juta batang rokok ilegal dengan potensi penyelamatan penerimaan negara Rp7,5 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Ayep Zaki menyampaikan bahwa penerimaan negara dari pajak dan cukai akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.

“Komitmen kita adalah bagaimana membangun Kota Sukabumi dan membangun Indonesia. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi kepada masyarakat melalui pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ayep menegaskan, PAD Kota Sukabumi terus ditingkatkan untuk membiayai infrastruktur, pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, hingga insentif RT dan RW. Ia juga menyoroti fokus pembangunan lima tahun ke depan, yaitu penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, pengangguran, dan percepatan infrastruktur dasar.

Mengakhiri sambutannya, Ayep mengajak masyarakat tidak membeli atau memperjualbelikan rokok ilegal. “Mari bersama-sama menjaga penerimaan negara dengan memerangi rokok ilegal. Semakin kuat penerimaan negara dan daerah, semakin besar pula manfaat pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya.

(Rsd)