ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak boleh berhenti sebagai acara tahunan. Ia menilai forum ini harus melahirkan keputusan nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ayep saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Cikole, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan daerah tahun 2026.
Ayep menyebut kondisi fiskal Kota Sukabumi tahun 2026 menghadapi tantangan berat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turun dibanding tahun sebelumnya. Situasi ini membuat pemerintah daerah harus mengubah pola kerja.
Menurut Ayep, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi hal penting agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terhenti. Pemerintah tidak bisa hanya fokus pada belanja anggaran, tetapi juga harus memperkuat sumber pendapatan daerah.
“APBD yang sehat adalah kunci untuk menekan pengangguran, stunting, dan kemiskinan,” kata Ayep.
Ia juga menyoroti sejumlah inovasi sosial di Kecamatan Cibeureum, seperti program BERGEBU MATAHATIKU dan CIBEUREUM BERMARTABAT. Program ini dinilai mampu menyentuh langsung masyarakat rentan lewat kerja sama lintas sektor.
“Inovasi ini membuktikan bahwa kolaborasi bisa memberi dampak nyata. Inilah arah pembangunan yang kita dorong,” ujarnya.
Ayep menambahkan, modal utama Kota Sukabumi untuk tumbuh sebagai kota mandiri adalah kekompakan, disiplin, dan keberanian untuk berubah.
“Dengan kebersamaan, Sukabumi bisa menjadi kota yang adil, mandiri, dan terus berkembang,” tutupnya.
Reporter: Aris
Refaktur: Rsd

