ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan 1.025 rumah tidak layak huni (Rutilahu) diperbaiki melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Selain itu, ada tambahan 33 unit dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 88 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Bantuan difokuskan pada perbaikan atap, lantai, dan dinding agar rumah warga memenuhi standar keselamatan dan kesehatan.

Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meninjau langsung pembangunan Rutilahu di Kelurahan Limusnunggal dan Baros, Jumat (31/7/2026) pagi. Ia didampingi Kepala Dinas PUTR Sony Hermanto, unsur kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Saya langsung meninjau pembangunan Rutilahu dari program BSPS. Kota Sukabumi memperoleh bantuan yang cukup besar. Kita harus bersyukur karena ini merupakan ikhtiar bersama antara pemerintah, perangkat kelurahan, kecamatan, dan masyarakat,” ujar Ayep Zaki.

Program BSPS memberikan bantuan stimulan Rp20 juta per unit rumah. Dana digunakan untuk membeli bahan bangunan dan membayar tukang, sementara masyarakat ikut memperbaiki rumah secara swadaya.

Ayep menekankan, penanganan Rutilahu menjadi bagian dari agenda besar pembangunan Kota Sukabumi. Perbaikan hunian berkaitan erat dengan pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, dan percepatan penanganan stunting.

Ia menargetkan pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi dapat terselesaikan bertahap dalam satu dekade ke depan. “Perbaikan permukiman menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat,” tuturnya.

(Rsd)