ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki membuka Pelatihan AI Lanjutan Sukabumi Smart AI di Aula BKPSDM Kota Sukabumi, Senin (13/7/2026). Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur sipil negara agar mampu menjawab tuntutan pelayanan publik di era digital.

“Pelatihan ini harus diikuti dengan sungguh-sungguh. Penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, akan menjadi bagian penting dalam karier dan pembentukan birokrasi profesional,” katanya.

Menurutnya, pemerintah sedang membangun sistem birokrasi yang bertumpu pada kompetensi, integritas, dan profesionalisme.

“Penempatan sumber daya manusia dilakukan berdasarkan kemampuan dan kinerja. Aparatur juga harus menjaga netralitas sebagai pelayan masyarakat,” jelasnya.

Ayep menilai kehadiran AI perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas kerja. Aparatur dituntut terus belajar, memperbarui kemampuan, dan siap menghadapi standar kompetensi yang semakin tinggi. Proses pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan evaluasi dan pendampingan.

Ia berharap birokrasi diisi aparatur yang mampu memberi pelayanan terbaik. “Birokrasi adalah wadah bagi insan yang punya dedikasi, profesionalisme, dan integritas,” ucapnya.

Penguatan kualitas sumber daya manusia, lanjut Ayep, akan membantu pemerintah menangani persoalan seperti kemiskinan, stunting, hingga penyediaan infrastruktur.

Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menjelaskan pelatihan diikuti aparatur dari berbagai perangkat daerah, mayoritas generasi muda. Selama dua hari atau 16 jam pelajaran, peserta mempelajari modul Sukabumi Smart AI yang dirancang sebagai panduan penerapan teknologi di pemerintahan.

“Pelatihan ini tidak berhenti pada sertifikat, tetapi berorientasi pada implementasi nyata. Evaluasi akan terus dilakukan agar pemanfaatan AI benar-benar menjadi bagian dari transformasi birokrasi,” tutupnya.

(Rsd)