ARAHBICARA.COM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (H.C.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., meresmikan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026). Acara berlangsung di Jalan Bhayangkara Nomor 166, Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, dan menjadi momentum penting pelestarian sejarah bangsa.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Kementerian Kebudayaan, Forkopimda, DPRD, keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, sastrawan Taufiq Ismail, serta tokoh masyarakat.
“Ini menjadi sejarah penting bagi Kota Sukabumi. Saya lahir dan besar di Sukabumi, sehingga saya mengetahui betul bahwa kota ini memiliki banyak potensi sejarah, seni, dan budaya yang perlu terus kita angkat,” ujar Wali Kota Ayep Zaki.
Menurutnya, Sukabumi tidak memiliki sumber daya alam besar sebagai penopang ekonomi, sehingga sejarah, budaya, dan pariwisata harus dikembangkan sebagai daya tarik baru. Program seperti Sukabumi City Tour terbukti mendapat minat masyarakat.
Rumah Pengasingan Tonggak Sejarah
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas revitalisasi museum. Ia menilai rumah pengasingan ini menjadi saksi perjalanan tokoh bangsa dalam perjuangan menuju kemerdekaan.
“Rumah pengasingan ini merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tempat ini menjadi saksi perjalanan dan dinamika sejarah yang penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan,” ungkapnya.
Fadli Zon berharap museum tidak hanya dipugar, tetapi dihidupkan dengan aktivitas kebudayaan dan edukasi agar generasi muda bisa belajar langsung dari sejarah.
Revitalisasi tahun 2026 mencakup penataan arsitektur, interior, dan kurasi sejarah. Lini masa perjuangan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir ditampilkan untuk memperkuat narasi sejarah bangsa.
Usai sambutan, dilakukan penandatanganan prasasti dan peninjauan museum. Rombongan melihat hasil revitalisasi serta materi sejarah yang dikurasi.
“Peresmian hari ini bukan hanya memugar bangunan. Kita berharap tempat ini menjadi bagian yang hidup di tengah masyarakat, terutama untuk menghadirkan nilai dan keteladanan dari para pendahulu kita,” kata Fadli Zon.
Museum ini diharapkan menjadi pusat kegiatan kebudayaan, ruang edukasi sejarah, sekaligus daya tarik wisata di Kota Sukabumi.
(Rsd)
