ARAHBICARA.COM – Tangga Seribu di Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, ramai dikunjungi warga untuk ngabuburit selama Ramadan 1447 H. Obyek wisata ini sudah ada sejak masa kolonial Belanda dan dibangun sekitar tahun 1935.
Kepala Desa Pondokaso Landeuh, Ujang Sopandi, mengatakan tangga seribu sudah beberapa kali diperbaiki agar lebih tertata. “Sekarang kondisinya lebih baik dibanding dulu. Memang masih terkendala sarana-prasarana, tapi kami berupaya menata agar bisa menarik minat masyarakat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ujang berharap dukungan dari dinas pariwisata untuk menambah fasilitas. Menurutnya, tambahan seperti kolam renang atau gazebo bisa membuat kawasan lebih menarik. “Kami ingin tangga seribu ini bisa dimanfaatkan bukan hanya warga sekitar, tapi juga pengunjung dari luar,” katanya.
Selain tangga seribu, desa ini juga memiliki peninggalan kolonial Belanda lain yang bisa dijadikan destinasi budaya. Ujang menilai penataan spot wisata akan membuat pengunjung lebih nyaman. “Harapannya, ke depan ada penataan spot-spot wisata agar masyarakat bisa lebih nyaman berkunjung,” tambahnya.
Saat ini, pengembangan kawasan masih bergantung pada dana desa. Ujang berharap ada bantuan dari pemerintah daerah agar fasilitas bisa ditingkatkan. Dengan begitu, tangga seribu bisa lebih dikenal sebagai wisata sejarah sekaligus tempat ngabuburit di bulan Ramadan.
(Rsd)

