ARAHBICARA.COM – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 tahun atau 1 Abad NU menjadi momentum penuh makna bagi seluruh elemen bangsa, termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, turut menyampaikan pesan agamis yang sarat makna dalam momen bersejarah tersebut.

Menurut Dede, satu abad perjalanan NU bukan sekadar hitungan waktu, melainkan bukti nyata kontribusi besar organisasi keagamaan ini dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, penuh toleransi, serta menjadi perekat persatuan bangsa.

“NU selama ini telah menjadi penjaga tradisi Islam rahmatan lil ‘alamin. NU hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai kekuatan moral yang membimbing umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Dede menuturkan, di usia yang genap satu abad, NU telah menunjukkan keteladanan dalam merawat harmoni sosial, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan nilai kebangsaan yang selaras dengan ajaran agama. Hal tersebut, kata dia, sangat relevan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk menjadikan semangat 1 Abad NU sebagai refleksi diri dalam memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga kondusivitas di tengah keberagaman.

“Momentum ini harus kita jadikan pengingat bahwa kekuatan bangsa ini lahir dari nilai-nilai agama, persatuan, dan gotong royong. NU telah memberi contoh bagaimana agama menjadi sumber kedamaian, bukan perpecahan,” ungkapnya.

Dede juga berharap, di abad keduanya, NU terus istiqamah dalam khidmah kepada umat, bangsa, dan negara, serta terus berperan aktif dalam membangun peradaban yang mulia.

“Semoga NU senantiasa menjadi pelita bagi umat, merawat tradisi, menjaga akhlak, dan menatap masa depan dengan hikmah menuju Sukabumi yang berkah dan Indonesia yang bermartabat,” tandasnya.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd