ARAHBICARA.COM – Suasana langit di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/2/2026) petang, tampak mendung saat tim rukyatul hilal memulai pengamatan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Pengamatan dilakukan tepat pukul 18.18 WIB, sesaat setelah matahari terbenam.

Kegiatan dipimpin Ketua Dewan Hisab dan Rukyat (DHR) Kabupaten Sukabumi, H. Dede Sudanta, bersama unsur Kementerian Agama dan para ulama ahli falak. Tim rukyat terdiri dari sejumlah tokoh pesantren dan perwakilan Kemenag, serta unsur LFNU dari Sukabumi dan Cianjur.

Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, Kiai Uha, menyampaikan bahwa hilal tidak terlihat.

“Kondisi cuaca di POB Cibeas saat pengamatan mendung. Selain itu, secara perhitungan astronomis, ketinggian hilal masih berada pada posisi minus ketika matahari terbenam, sehingga memang belum memenuhi kriteria terlihat,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil rukyat ini bersifat laporan daerah yang kemudian disampaikan ke Kementerian Agama RI untuk dibahas dalam Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan.

“Secara hisab dan hasil rukyat di Sukabumi, hilal tidak terlihat. Kami telah melaporkan hasil ini untuk dibahas dalam Sidang Isbat. Penetapan resmi tetap menunggu keputusan Menteri Agama RI,” kata Kiai Uha.

Sidang Isbat menjadi forum resmi pemerintah untuk menetapkan awal bulan Hijriah dengan mempertimbangkan laporan rukyat dari berbagai daerah serta kajian hisab. Berdasarkan prediksi kalender hijriah, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun masyarakat diminta tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.

Turut hadir dalam pelaksanaan rukyatul hilal tersebut Hakim Pengadilan Agama Cibadak, Ahmad Fadli, S.Ag., M.Si., sebagai saksi proses pengamatan di lapangan. Dengan hasil hilal tidak terlihat di POB Cibeas, keputusan akhir kini berada di tangan pemerintah pusat. Umat Islam pun menanti pengumuman resmi sebagai penanda dimulainya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd