ARAHBICARA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kembali menyalurkan bantuan tahap kedua bagi warga terdampak pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung. Sebanyak 135 kepala keluarga di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling menerima paket sembako.
Penyaluran bantuan dipimpin Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Yuni Sriheryanti, bersama Kepala Pelaksana BPBD, Eki Radiana Rizki. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok setelah masa tanggap darurat berakhir,” kata Yuni Sriheryanti.
Pergerakan tanah yang terjadi pada 4 Maret 2026 berdampak pada ratusan warga di dua desa. BPBD menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Maret 2026. Setelah masa darurat selesai, BPBD melanjutkan penanganan melalui distribusi bantuan lanjutan.
Eki Radiana Rizki menyampaikan bahwa penyaluran dilakukan secara terkoordinasi. “Kami memastikan seluruh bantuan diterima langsung oleh warga yang membutuhkan, dengan melibatkan aparat desa dan relawan setempat agar distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, BPBD juga melakukan pemantauan kondisi wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan berikutnya. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di Bantargadung.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

