ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) di awal tahun 2026 di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi, Senin (5/1/2026). Dalam kegiatan ini, Ayep didampingi Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta jajaran pejabat Pemkot Sukabumi. Apel dilanjutkan dengan peluncuran Setda sebagai nasabah bank sampah.
Apel berlangsung khidmat di tengah cuaca cerah, diikuti seluruh kepala OPD, camat, lurah, serta pegawai di lingkungan Setda dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi.
Dalam amanatnya, Ayep mengajak jajaran pemerintah daerah menjadikan tahun 2026 sebagai tahun yang lebih baik, berangkat dari semangat dan capaian positif sepanjang 2025 yang diisi dengan rasa syukur dan berbagai prestasi.
“Prestasi yang telah diraih menjadi awal perjalanan dalam menata arah pembangunan Kota Sukabumi. Saya mengajak seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk berjalan bersama hingga akhir masa jabatan, menciptakan sejarah peradaban Kota Sukabumi yang dikenang sepanjang masa,” kata Ayep.
Ayep juga mengingatkan agar ASN bekerja dengan jujur, amanah, dan tidak melakukan pungutan liar maupun meminta uang operasional di luar ketentuan. Ia menambahkan, pelayanan terbaik kepada masyarakat harus menjadi prioritas.
“Kita jalani tahun 2026 dengan tujuan yang sama dalam membangun Kota Sukabumi. Insyaallah, saya akan bahagiakan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ayep memaparkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2025, PAD Kota Sukabumi tercatat Rp436 miliar dan meningkat menjadi Rp491 miliar. Untuk 2026, target ditetapkan Rp535 miliar dengan harapan ke depan bisa mencapai Rp650 miliar.
Selain itu, Ayep menyampaikan gagasan penguatan bank sampah kota. Melalui koordinasi Sekda Andang Tjahjandi, ASN Pemkot Sukabumi didorong menjadi nasabah bank sampah dengan gerakan sederhana dan berkelanjutan, seperti pengumpulan sampah setiap minggu serta telur satu butir setiap bulan sebagai bentuk kepedulian sosial dan lingkungan.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menambahkan resolusi Pemkot Sukabumi di tahun 2026, khususnya pengelolaan sampah dan penurunan angka stunting. Ia menyebut pentingnya sosialisasi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dimulai dengan memberi contoh nyata di lingkungan Pemkot.
“Kita harus menjadi teladan, termasuk dengan memiliki tabungan sampah dan mengaktifkan bank sampah,” kata Bobby.
Terkait stunting, Bobby menyampaikan bahwa Kota Sukabumi berhasil menekan angka stunting dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Capaian ini, menurutnya, harus terus dijaga dan ditingkatkan.
Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi hadir sebagai penggerak koordinasi birokrasi agar kebijakan wali kota dapat dijalankan efektif di seluruh perangkat daerah dan menilai apel perdana menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah aparatur di awal tahun. Ia menyebut koordinasi birokrasi harus berjalan solid agar kebijakan wali kota dapat diterapkan secara efektif di seluruh perangkat daerah.
“Apel ini bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bagi kita semua untuk bekerja lebih disiplin, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Tahun 2026 harus kita jalani dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat,” tandasnya.
Apel ditutup dengan pengecekan peserta apel sebagai simbol kesiapan ASN menghadapi tantangan kerja sepanjang tahun.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

