ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar aksi bersih-bersih jalur wisata Palabuhanratu–Cisolok pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, sebagai tindak lanjut dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman Sehat Resik Indah) dan pengendalian sampah pasca Idul Fitri 1447 H.
Dalam surat edaran resmi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menanggulangi lonjakan sampah akibat meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur Lebaran.
“Kawasan wisata Pantai Palabuhanratu hingga Cisolok mengalami peningkatan aktivitas pengunjung yang menimbulkan timbulan sampah pada ruas jalan utama sepanjang kawasan pesisir pantai,” kata Ade.
Lanjutnya, peserta diminta membawa perlengkapan kebersihan masing-masing. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan armada pengangkutan sampah untuk dibawa ke tempat pengolahan.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati menyampaikan aksi bersih-bersih ini bagian dari komitmen bersama menjaga kawasan wisata tetap nyaman dan indah. Kami di DLH menyiapkan armada pengangkutan sampah agar hasil kerja gotong royong bisa langsung ditangani,” ucapnya.
Aksi ini melibatkan lebih dari 90 instansi, sekolah, komunitas, hingga pelaku usaha. Mulai dari Polres Sukabumi, Kodim 0622, DPRD, Satpol PP, RSUD Palabuhanratu, Basarnas, BMKG, hingga hotel-hotel di kawasan wisata dan organisasi masyarakat.
“Setelah Lebaran selalu menimbulkan lonjakan sampah. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk turun tangan. Dengan kebersamaan, jalur wisata Palabuhanratu–Cisolok bisa kembali bersih dan siap menyambut wisatawan,” tambah Nunung.
Selain itu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi turut ambil bagian. Kepala Bapenda, Herdy Somantri, menyebut kegiatan ini sebagai wujud kerja sama lintas sektor.
“Kami ingin memastikan jalur wisata tetap bersih dan nyaman. Ini bagian dari pelayanan publik bagi warga maupun wisatawan,” kata Herdy, Kamis (2/4/2026).
Jalur wisata Palabuhanratu–Cisolok diharapkan tampil lebih bersih, sehat, dan indah, sehingga semakin menarik lagi wisatawan untuk berkunjung.
Untuk memaksimalkan hasil, jalur wisata dibagi ke beberapa segmen dengan penanggung jawab berbeda. Mulai ada yang bertugas di ruas Pondok Dewata–Gedung GIC, di segmen Gedung GIC–Hotel Cleopatra. Setiap segmen melibatkan unsur masyarakat, sekolah, komunitas, dan pelaku usaha setempat.
Pemerintah berharap aksi ini tidak berhenti begitu saja melainkan menjadi budaya bersama. “Momentum setelah Lebaran adalah saat yang tepat untuk aksi nyata penanganan sampah. Harapannya kegiatan ini bisa berlanjut dan menjadi budaya bersama,” tutup Herdy.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd

