ARAHBICARA.COM – Kabupaten Sukabumi kembali mencatatkan prestasi internasional. Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Geopark (CPUGGp) resmi mempertahankan “green card” dari UNESCO, yang memastikan statusnya tetap sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark untuk empat tahun ke depan.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung dari Paris, Prancis, dan disaksikan secara virtual oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dari Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman turut mendampingi.

Sekda Ade menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjaga kelestarian alam, budaya, dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat di kawasan geopark. Ke depan, ini harus menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Andreas menilai capaian ini sebagai kado istimewa bagi Kabupaten Sukabumi di tahun 2026. “Semoga kita bisa terus menjaga dan memenuhi poin-poin yang harus dilaksanakan sehingga CPUGGp tetap lestari dan bisa dinikmati masyarakat dunia,” ungkapnya.

Menurut Andreas, keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk meningkatkan pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis geopark.

Pasca pengumuman, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pengelola CPUGGp segera menyiapkan langkah strategis menghadapi proses revalidasi berikutnya. “Sedari sekarang kita siapkan langkah-langkah untuk memaksimalkan hasil di revalidasi mendatang. Harapannya, kita bisa terus mempertahankan green card ini,” tambahnya.

Dengan raihan tersebut, Ciletuh-Palabuhanratu semakin kokoh sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus laboratorium pembangunan berkelanjutan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd