ARAHBICARA.COM – RSUD Palabuhanratu menggelar edukasi penggunaan obat bagi pasien yang menjalankan ibadah puasa Ramadan, Jumat (27/2/2026). Tim farmasi bersama Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) memberikan penjelasan langsung di ruang tunggu pelayanan agar masyarakat lebih paham cara mengatur terapi selama berpuasa.

Direktur RSUD Palabuhanratu, dr. Rika Mutiara, mengatakan kegiatan ini penting agar pasien tidak salah dalam mengatur terapi selama Ramadan.

“Banyak pasien yang ragu, apakah obatnya boleh diminum saat puasa atau tidak, atau bagaimana mengatur jadwalnya. Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan pasien tetap patuh terhadap pengobatan tanpa harus meninggalkan kewajiban ibadahnya,” ujarnya.

Edukasi dipandu langsung oleh apoteker dan tim PKRS. Mereka menjelaskan jadwal minum obat, jenis obat yang aman dikonsumsi saat sahur dan berbuka, serta hal-hal yang perlu dikonsultasikan kembali ke dokter.

Menurut dr. Rika, perubahan pola makan dan waktu konsumsi obat selama puasa bisa memengaruhi efektivitas terapi, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan lambung.

“Kami mengimbau pasien tidak menghentikan obat secara sepihak. Silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker kami. InsyaAllah, selalu ada solusi medis yang bisa disesuaikan dengan kondisi pasien dan kebutuhan ibadahnya,” tambahnya.

Kegiatan edukasi di ruang tunggu dinilai efektif karena menjangkau pasien secara langsung dalam suasana santai. Tim juga memberikan penjelasan teknis, misalnya pembagian dosis dua kali sehari menjadi saat sahur dan berbuka, serta penyesuaian obat tiga kali sehari sesuai anjuran dokter.

Dengan langkah ini, RSUD Palabuhanratu berharap masyarakat tetap sehat dan pengobatan berjalan lancar selama menjalankan ibadah puasa.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd