ARAHBICARA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon kembali mengadakan edukasi kesehatan untuk pasien dan keluarga di ruang rawat jalan. Kali ini, materi yang dibahas adalah epilepsi atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit ayan.

Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan menyeluruh, bukan hanya pengobatan tetapi juga pencegahan dan promosi kesehatan.

“Edukasi seperti ini penting agar masyarakat memahami bahwa epilepsi adalah gangguan sistem saraf akibat aktivitas listrik yang abnormal di otak. Ini kondisi medis yang bisa ditangani, bukan sesuatu yang berbau mistis seperti yang masih sering disalahpahami,” ujar dr. Lusi, Jumat (27/2/2026).

Epilepsi ditandai dengan kecenderungan kejang berulang yang muncul spontan tanpa pemicu langsung. Gejalanya tidak selalu berupa kejang seluruh tubuh. Pada beberapa kasus, penderita hanya terlihat bengong sesaat, mengalami kedutan tanpa sadar, atau kehilangan kesadaran.

“Karena gejalanya bisa beragam, penting bagi keluarga untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini. Jika menemukan gejala yang mencurigakan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat,” tambahnya.

Menurut dr. Lusi, penyebab epilepsi bisa bermacam-macam, mulai dari cedera kepala, faktor genetik, infeksi otak seperti meningitis, stroke, hingga tumor. Dengan pengobatan rutin dan pengawasan medis, sebagian besar pasien epilepsi tetap bisa menjalani kehidupan produktif.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak salah bertindak saat seseorang mengalami kejang.
“Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut pasien saat kejang. Cukup baringkan di tempat aman, miringkan tubuhnya untuk menjaga jalan napas, dan tunggu hingga kejang berhenti. Setelah itu segera bawa ke tenaga medis,” jelasnya.

Melalui kegiatan edukasi rutin ini, RSUD Jampangkulon berharap kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit, termasuk epilepsi, semakin meningkat.

“Kami ingin masyarakat Jampangkulon dan sekitarnya semakin melek kesehatan. Dengan pengetahuan yang benar, kita bisa mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” tutupnya.

 

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd