ARAHBICARA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, mengatakan tubuh tidak mendapat asupan cairan selama 12 hingga 14 jam saat berpuasa. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi bila kebutuhan cairan tidak tercukupi.
“Ketika berpuasa, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup. Jika tidak terpenuhi, seseorang bisa mengalami dehidrasi yang ditandai dengan tubuh terasa lemas, pusing, sulit berkonsentrasi hingga bibir menjadi kering,” ujar dr. Lusi, Minggu (15/3/2026).
Untuk mencegah hal tersebut, RSUD Jampangkulon membagikan panduan pola minum air putih dari waktu berbuka hingga sahur. Pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Panduan minum yang dianjurkan antara lain:
– Satu gelas menjelang azan Subuh
– Satu gelas saat berbuka puasa
– Satu gelas setelah makan besar
– Satu gelas sebelum salat tarawih
– Satu gelas setelah tarawih
– Satu gelas sebelum tidur
Menurut dr. Lusi, menjaga cairan tubuh membuat ibadah lebih nyaman dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan baik.
“Dengan pola minum yang tepat, tubuh akan tetap segar sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan aktivitas sehari-hari pun tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengimbangi konsumsi air putih dengan pola makan sehat dan bergizi.
“Puasa tetap lancar, tubuh pun tetap sehat,” tutupnya.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd

