ARAHBICARA.COM – Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menyimpan potensi alam yang terus berkembang. Pertanian, perkebunan, hingga perikanan air tawar menjadi sumber utama penghidupan warga sekaligus peluang ekonomi baru.

Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, menyampaikan bahwa lahan persawahan masih menjadi tulang punggung masyarakat. “Warungkiara memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Lahan sawah masih produktif dan menjadi sumber penghidupan utama warga,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Selain padi, perkebunan rakyat seperti pisang dan singkong juga tumbuh subur. Toni menilai, hasil perkebunan bisa memberi nilai tambah bila diolah lebih kreatif. “Perkebunan rakyat ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru jika dikelola lebih kreatif, misalnya melalui produk olahan,” katanya.

Di sisi lain, sungai-sungai yang mengalir dimanfaatkan warga untuk budidaya ikan air tawar, seperti lele, nila, dan ikan mas. Aktivitas ini berkembang menjadi sumber pendapatan alternatif. “Perikanan air tawar cukup berkembang dan memiliki prospek besar jika terus didampingi dengan baik,” jelas Toni.

Meski geliat ekonomi semakin terasa, Warungkiara tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Hutan rakyat dan lahan hijau dipelihara agar air tetap terjaga dan tanah tidak mudah rusak. “Kami selalu mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan lingkungan. Alam harus dijaga agar tetap memberi manfaat jangka panjang,” ucapnya.

Dengan posisi strategis di jalur nasional Sukabumi–Bogor, Warungkiara memiliki peluang besar untuk berkembang. Integrasi antara potensi alam, UMKM, dan desa wisata berbasis lingkungan menjadi harapan baru bagi masa depan wilayah ini.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd